oleh

Desak Usut Tuntas Pencemaran, KNPI Pulau Seribu Laporkan Pertamina ke Kementerian Lingkungan Hidup

-BERITA-Dilihat : 175

Jakarta – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepulauan Seribu mendesak agar pencemaran limbah minyak mentah (oil spill) yang terjadi beberapa hari lalu di perairan sekitar Pulau Pramuka dan Pulau Panggang diusut tuntas.

Bahkan, untuk itu KNPI telah melayangkan surat laporan secara online kasus pencemaran tersebut ke website Pengaduan Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada Kamis 15 Oktober 2020 dengan nomor pengaduan #200953.

“Meski belum ada kepastian sumber yang melakukan pencemaran, namun kami menduga pencemaran itu terjadi ada kaitannya dengan aktivitas eksploitasi minyak lepas pantai yang dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE),” tegas Lukman Hadi, Ketua KNPI Kepulauan Seribu, Sabtu (17/10).

Lukman memastikan pengaduan ini sebagai bentuk kekecewaan masyarakat Kepulauan Seribu atas pencemaran yang sering kali terjadi di perairan laut Kepulauan Seribu. Karena, ditambahkannya, pencemaran itu sangat merusak lingkungan hidup dan mengancam kelangsungan ekosistem laut dan pencemaran jelas merugikan warga yang bermata pencarian sebagai nelayan. Apa lagi pulau seribu merupakan destinasi wisata, jangan sampai pantainya kotor oleh minyak.

“Kami mendesak agar Pertamina mau jujur dan membuka informasi terkait dengan pencemaran yang terjadi. Karena, kami menduga perusahaan negara itu mengetahui sumber pencemaran yang terjadi selama ini, sehingga bisa di proses secara hukum dan menjadi efek jerah bagi yang lain” imbuhnya.

“Jangan sampai berlarut – larut, harus segera diusut, apa lagi ini sudah sering terjadi dan seakan menjadi rutinitas tahunan bahkan bulanan, walaupun indikasi awal bersumber dari buangan limbah kapal, seharusnya Pertamin bisa mengetahui dari kapal mana itu berasal, tinggal di tracking saja kapal apa yang melintas pada saat pencemaran terjadi.

“Pengusutan selama ini terkesan acuh dan memperlihatkan lemahnya pemerintah dalam menyelesaikan pencemaran di Kepulauan Seribu, saat diketahui hasil lab bersumber dari kapal maka dianggap selesai dan tidak ada niatan baik dari Pertamina maupun Pemerintah untuk mencari kapal tersebut, sehingga tidak ada efek jerah buat yang lain. Ini terjadi di Ibu Kota Negara, Pemerintah tidak mampu mengungkapnya, bagaimana yang terjadi di daerah-daerah nan jauh disana” ucapnya.

Selain itu, Lukman menyampaikan, kasus pencemaran ini juga harus menjadi perhatian khusus bagi Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu agar menuntaskan masalah ini hingga selesai dan tidak ada upaya kompromi atau terkesan main mata, apalagi ini terjadi di wilayah Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu.

“Ini ladang perjuangan teman-teman Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, kami KNPI sangat mendukung apalagi kalau pengusutannya tidak setengah hati atau terkesan main mata, lewat Gakkum KLHK kami berharap kasus pencemaran saat ini bisa ditemukan pelakunya dan dapat di proses sesuai hukum yang berlaku” ujar Lukman.

Sementara itu, dari data Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, pencemaran limbah minyak mentah di peraiaran sekitar Pulau Pramuka dan Pulau Panggang mulai terjadi pada Selasa (13/10).

Gumpalan minyak yang berada di areal pantai sudah berhasil dibersihkan, dan hasilnya terkumpul 67 kantong plastik, dengan berat 712 kilogram. (Gus/bps)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed