oleh

Forum DPD II KNPI se-DKI Pastikan Surat Caretaker jadi Benih Perpecahan Pemuda di Jakarta

-BERITA-Dilihat : 177

Sejumlah Ketua DPD II Kota dan Kabupaten Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang tergabung dalam Forum DPD II KNPI se-DKI Jakarta memastikan bahwa surat caretaker Ketua DPD I yang diterima Wakil Gubernur Ariza Patria memunculkan benih perpecahan pemuda-pemuda di Jakarta.

Pasalnya, surat tersebut dapat memperuncing permasalahan internal organisasi KNPI dari tingkat pusat hingga kota dan kabupaten. Semestinya, Wagub yang notabene adalah eks Ketua KNPI menjadi perekat dan pemersatu bukan malah berperan sebagai sumbu perpecahan.

Ketua DPD II KNPI Kepulauan Seribu Lukman Hadi menuding, terbitnya surat caretaker dari KNPI versi Noer Fajriansyah terkait kepemimpinan KNPI DKI Jakarta sarat dengan kepentingan dan tidak sesuai dengan peraturan organisasi.

“Sangat tidak relevan, surat itu cacat administratif keorganisasian. Kami yang tergabung dalam forum bersiteguh bahwa KNPI DKI pimpinan Ketua Ikhwanul Muslimin adalah sah dan kami siap pasang badan mendukungnya,” tegas Lukman, Kamis (27/8).

Memang, Lukman mengakui, DPD I DKI Jakarta terlambat menggelar Musyawarah Daerah Provinsi (Musdaprov) untuk kepengurusan baru, namun hal itu terjadi karena kondisi dan situasi saat ini yang terfokus menghadapi pandemi Covid-19.

“Situasi belum memungkinkan saja, kami para ketua DPD II meyakini penunjukan caretaker KNPI DKI belum dibutuhkan. Karena, sejauh ini Ikhwanul masih mampu dan dapat melakukan konsolidasi internal KNPI DKI Jakarta,” jelas Lukman.

Menyinggung penerimaan surat caretaker oleh Wagub DKI Jakarta, Lukman menilai hal itu tidak tepat dan ada strategi jalan pintas yang dilakukan KNPI versi Fajri. Lantaran itu, dia meminta KNPI yang sah yakni pimpinan Haris Pratama mengambil sikap.

Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta harus obyektif dlm menyikapi masalah KNPI DKI Jakarta karna beliau sangat paham tentang proses yg terjadi pada KNPI DKI Jakarta sebagai wadah berhimpun OKP, bukan malah menampung orang yg mengaku ngaku careteker KNPI DKI Jakarta.

Lanjutnya, Sebagai leding sektor masalah kepemudaan adalah Dinas Olah Raga dan Pemuda DKI Jakarta malah lari dari tanggung jawabnya. Kalau semua Kepala Dinas dan Kepala Kesbangpol speeti ini sama juga mereka merusak cita cita Gubernur DKI Jakarta yg sudah baik hari ini.

“Harus bersikap, Kami pun dari DPD II akan sesegera mungkin melakukan audiensi ke Gubernur DKI agar menyelesaikan permasalahan internal KNPI ini dan kami akan sampaikan juga ke gubernur bahwa kepala Kesbangpol menciptakan konflik baru bukan memberikan solusi yg terbaik demi keberlangsungan KNPI DKI Jakarta sebagai wadah para pemuda di DKI jakarta. Harusnya KNPI DKI menjadi barometer dan tolok ukur keorganisasian di Indonesia. Kita ini kan Ibukota negara,” tuturnya.

Sementar itu, Katua DPD II KNPI Jakarta Selatan Fitria Octarina menilai, kelompok pemuda yang mengaku-ngaku pengurus KNPI itu kurang paham berorganisasi, sehingga mereka menjadi keder. dia meminta agar berorganisasi KNPI dengan baik. Janganlah memecah belah demi birahi politik sesaat.

Karenanya Nina mengajak mereka berhenti berpolemik, karena lebih baik fokus membantu Pemprov DKI Jakarta menekan penyebaran Covid-19 yang jumlahnya semakin meningkat.

“Nah kalau pemudanya keder mau dibawa kemana bangsa ini. Sementara pesan Wagub nasib suatu bangsa bergantung kepada baik buruknya pemuda,” ujar Nina.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed