oleh

KNPI Menolak Rencana Observasi Virus Corona di Pulau Sebaru, Kep. Seribu

-AKSI, BERITA, SOSIAL-Dilihat : 2.699

Jakarta–Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepulauan Seribu Lukman Hadi menolak tegas Rencana Observasi 188 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi menggunakan kapal TNI AL di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu terkait wabah virus corona. Dia berpendapat, pemilihan salah satu pulau di Kepulauan Seribu untuk observasi Virus Corona akan menimbulkan dampak negatif pada sejumlah aspek utamanya kesehatan dan kelangsungan pariwisata.

“Kita sangat khawatir, dampaknya akan mengguncang sektor ekonomi andalan masyarakat pulau yang dekade ini bersumber dari pariwisata yang mana saat ini Pulau Seribu masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), kami saat ini sedang berbenah dan gancar-gencarnya mempromosikan Pariwisata Kepulauan Seribu, jangan sampai semua itu menjadi sia-sia jika rencana observasi tersebut dijalankan. Terlebih, dari aspek kesehatan pelayanannya juga belum siap, kalau-kalau ada masyarakat yang terkena imbas dari observasi itu,” beber Lukman.

Dikatakan Lukman, kendati letak Pulau Sebaru cukup jauh dari pulau permukiman, akan tetapi aktivitas nelayan dan pariwisata tidak jauh dari pulau itu. Dia menyebutkan, seperti Pulau Pantara dan pulau resort lainnya merupakan pulau tujuan wisata.

Dari 17.504 pulau yang termasuk ke dalam wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kenapa harus Pulau Sebaru yang ada di Kawasan Kepulauan Seribu yang di pilih sebagai tempat observasi, jika alasannya pulau tersebut tidak berpenduduk masih banyak pulau-pulau lain di wilayah indonesia ini yang tidak berpenduduk dan jauh dari pemukiman dan aktivitas warga, ungkap Lukman.

Dampak lainnya, kata Lukman, pada sosial kemasyarakatan di Kepulauan Seribu. Psikologis masyarakat akan terganggu karena ketakutan dan kecurigaan terjangkit virus itu.

“Gejalanya kan kita tahu, nanti dikit-dikit ada warga yang batuk demam dituduh kena Corona. Inikan menimbulkan rasa kekhawatiran dan ketakutan sehingga kenyamanan hidup masyarakat akan hilang,” tuturnya.

Disampaikan Lukman, seperti yang terjadi di Natuna beberapa waktu lalu, masyarakat di sana juga menolak dan bahkan mereka beramai-ramai meninggalkan tempat tinggalnya karena kekhawatiran dan ketakutan akan terpapar Virus Corona.

“Apa yang kami sampaikan juga aspirasi kebanyakan masyarakat Kepulauan Seribu. Intinya, Kami menolak rencana observasi itu, karena saya kira masih banyak lokasi lain di Indonesia yang dapat dipilih dan kurang berdampak signifikan bila dibanding di wilayah Kepulauan Seribu,” jelasnya.

“Kami ingin Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dan Provinsi DKI Jakarta meminta Pemerintah Pusat untuk tidak melanjutkan rencana itu. Karena selama ini masyarakat sangat mengetahui bahaya dari Virus Corona dari publikasi media, Jika rencana tersebut tetap dijalanan kami akan melakukan aksi damai untuk menolaknya,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Saya sanagat sependapat dengan saudara saya bang lukman. Saya setuju menolak.bangblukman butuh masah saya siap bang…..titik kami ga setuju observasi di wilayah pulau tanah kelahiran kami.

  2. Harus kita demo dampak y sanggat bahaya dan berkepanjangan dan menimbulkan masalah masih banyak pulau kosong di Indonesia kenapa di pulau seribu ada apa ini … Kalau mereka sudah sembuh kenapa ga di pulangkan ke daerah nya masing ko harus di pulau seribu stop # harus kita cegah cepat tanggap

News Feed