oleh

Dilema Batu Karang, Warga Diimbau Tak Lagi Gunakan Material Laut

-AKSI, BERITA-Dilihat : 194

Kebutuhan material bangunan seperti penggunaan batu karang dan pasir laut oleh warga masih menjadi hal yang dilematis di wilayah Kepulauan Seribu.

Satu sisi penggunaan material laut untuk bangunan dilarang keras, di sisi lain kebutuhan masyarakat terhadap dua jenis bahan bangunan ini belum ada alternatif pengganti alias tidak ada solusi lain.

“Ini masalah yang dilematis, batu karang sudah sejak lama digunakan warga untuk bahan pondasi rumah,” ungkap Musliadi, Ketua RW 05 Kelurahan Pulau Kelapa, Ķamis (20/2).

Untuk itu, dia meminta agar pemerintah memberikan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Apalagi, menurut Musliadi, pengambil batu adalah warga kurang mampu secara ekonomi.

“Butuh kebijaksanaan, kalau dilarang warga mau bangun rumah pakai apa?,” tanyanya.

Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu Wawan menegaskan, penggunaan batu karang atau matrial laut untuk bangunan yang dilakukan warga Pulau Kelapa Dua melanggar aturan dan dilarang.

Untuk itu, warga dihimbau dengan sangat agar tidak lagi menggunakan material laut karena akan merusak lingkungan dan kelestarian alam.

“Aturan tetap ditegakkan, warga yang mengambil dan membeli kita minta membuat pernyataan agar tidak mengulangi,” tegas Wawan.

Selain itu, kata dia, batu karang yang telah diambil dikembalikan lagi ke alam agar kelestariannya tetap terjaga.

“Batunya sudah kita kembalikan di sekitar perairan dangkal Pulau Pemagaran. Kami menghimbau agar warga bersabar dan tidak lagi mengambil batu karang,” katanya.

Sementara, beberapa waktu lalu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta H. Muhammad Idris meminta agar kebutuhan warga terkait material bangunan menjadi perhatian pemerintah setempat.

Dia mengusulkan, pada program Jakarta Grosir atau JakGrosir oleh PD Pasar Jaya juga menjual atau mengadakan matrial bangunan seperti batu dan pasir kali.

“Bila memungkinkan JakGrosir juga menjual material batu dan pasir kali agar warga tidak lagi menggunakan batu dan pasir laut,” tidurnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed